Ibu Ainun Habibie sang mantan ibu negara
wafat pada tanggal 22 Mei 2010, sudah hampir setahun yang lampau. Bapak
B.J. Habibie sang mantan Presiden RI menikahinya pada tanggal 12 Mei 1962. Usia
pernikahan selama 48 tahun dilalui dengan penuh makna,
melahirkan keturunan yang sukses dan berguna, membuahkan amal yang luar biasa bagi bangsa. Keturunan yang sukses dan amal yang luar biasa tak lepas dari kehidupan keluarga yang sakinah di bawah naungan tuntunan agama.
melahirkan keturunan yang sukses dan berguna, membuahkan amal yang luar biasa bagi bangsa. Keturunan yang sukses dan amal yang luar biasa tak lepas dari kehidupan keluarga yang sakinah di bawah naungan tuntunan agama.
Tulisan ini sekedar pengantar untuk
sebuah puisi cinta karangan Bapak B.J. Habibie untuk isterinya tercinta
yang telah mendahuluinya. Sebuah puisi yang memberi pengajaran tentang
cinta yang dewasa, cinta yang menumbuhkan dan cinta yang menyempurnakan satu
sama lain. Cinta yang tak berlebihan, karena orang yang di cinta pada dasarnya
bukan mutlak milik kita. Hampir setahun lalu puisi ini dibuat, namun
rasanya aura cinta sejati yang hadir ketika membacanya tak pernah lekang oleh
waktu. Semoga terinspirasi…..
PUISI HABIBIE (tanpa judul)
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu,
bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada
akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah
giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian
hebat,adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan
dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi
nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa
kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin
yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang
jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang
telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak
megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik
bagimu sayang,tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku
kekasih yang baik. mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah
mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku
arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,kau
dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. selamat jalan
sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon
bidadari surgaku ….
BJ.HABIBIE
Membuat puisi cinta dengan aura cinta sejati seperti
di atas tentu tak perlu menunggu pasangan kita pergi mendahului. Anda bisa
mulai dari sekarang untuk mengungkapkan rasa cinta pada pasangan hidup,
tentunya tidak harus dalam bentuk puisi. Cintai pasangan Anda dengan segala
kelebihan dan kekurangannya. Sinari dia dengan cahaya cinta yang
berbentuk Pengertian, Kebaikan, Kerja sama, Dukungan, Romantisme dan
kebaikan-kebaikan lainnya. Lalu suatu saat Anda akan menemukan dia selayaknya
batu permata yang berkilau menanti dengan setia dan siap bertahan menghadapi
tantangan hidup bersama.

0 komentar:
Posting Komentar
Please Comment!!